Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

MANAKAH YANG TERBAIK? BERTAHAN ATAU PERGI?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Lama tak jumpa dan kini aku ingin kembali bersuara. Tak terasa sudah di penghujung tahun 2019, semoga Allah menerima amal ibadah kita selama ini, Aamiin. Suka duka hidup kita jalani, semua datang dan pergi silih berganti, entah kapan semua itu berhenti, yang jelas ketika kita sudah berada di alam akhirat nanti. Aku tidak mengerti apa yang saat ini kurasa, aku kedatangan orang baru yang pada awalnya membuat bahagia, namun pada akhirnya perih luka begitu terasa. Ekspektasiku (mungkin) terlalu tinggi, berharap ia menjadi sahabat sejati yang selama ini kucari. Aku mengokohkan pondasi persahabatan, perlahan namun pasti, tidak terburu-buru asal hasilnya bermutu, akan tetapi kehadirannya seakan telah menghancurkan pondasi itu, pondasi yang menjadi cikal bakal bangunan persahabatan itu. Terlintas dalam pikiran "aku harus introspeksi diri" dan sudah kulakukan sembari menahan perihnya irisan yang telah dibuatnya, namun apa daya,...

ORGANISATORIS DAN RELASI

Assalamu'alaikum. Halo guys, apa kabar semua? Gw harap semoga kalian semua sehat selalu ya. Sebelumnya mau bilang dulu kalau sebenernya gw udah terbiasa pake sapaan "lu, gw", bukan maksud mau kasar atau ga sopan tapi karena faktor lingkungan dan suku. Eh bukan berarti gw ga suka dengan sapaan lain kaya "aku, kamu" tapi apa salahnya ngungkapin ini dulu sebelum cerita hehe. Ok langsung aja ya. Saat ini gw kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Ilmu Politik. Gw masuk UIN tahun 2018 jalur SBMPTN (ya setelah sekian lama gap year setahun wkwk). FISIP itu adanya di kampus 2 guys, masih di Ciputat sih tapi kaki lumayan ngilu kalau ke kampus utama.  Awalnya gw mikir bakalan punya banyak temen nih se-UIN salah satunya dengan cara berorganisasi. Sekitar kelas dua SMA gw sempet ngobrol sama kawan tercinta tentang perkuliahan, kampus tujuan kita sama dan sama-sama mau ikut organisasi dakwah dan keisl...

DARIKU YANG TAK TURUN AKSI

Keringat, darah, rasa lelah luar biasa kau lewati dengan kobaran semangat membara. Apresiasiku tak lebih dari ucapan terima kasih, dukunganku tak berupa materi melainkan do'a yang terpanjatkan kepada sang Ilahi, memohon pemberian kekuatan serta perlindungan untuk kalian. Tulisan ini saya rasa tak akan pernah cukup untuk mempersembahkan kehormatanku, akan tetapi baru ini yang bisa kulakukan. "Pejuang tak akan pernah mati meski jasadnya sudah tertimbun tanah. Tanda-tanda perjuangan memang abstrak, namun dampaknya konkret dan luar biasa komprehensif". Kutipan ini langsung terlintas dalam pikiran ketika membayangkan kalian, kawan-kawan mahasiswa. Maafkan aku tak berpartisipasi, bukannya tak mau, orang tua khawatir dan aku takut penciptaku tak meridhoi. Aku tak akan memaparkan alasan tidak ikutnya aku secara lengkap karena sesungguhnya bukan itu yang ingin kubahas. Belakang ini negara kita sedang mengalami berbagai polemik dan musibah. Lagi-lagi aku tak menyebutny...

JANGAN MAU DITINDAS!

Penindas tak akan pernah puas sebelum aku merintih kesakitan. Penindas akan terus menggali kesalahanku sedalam-dalamnya sampai mereka dapat menjatuhkanku sejadi-jadinya. Namun apakah dapat disimpulkan bahwa aku tertindas dan pengecut? Bisa saja, akan tetapi itu hanya berlaku pada mereka yang belum tahu cerita hidupku. Kali ini aku ingin bicara tentang kehidupan kampus. ... Aku terlahir di sebuah daerah yang kurang bahkan tak samasekali dikenal orang. Bahkan ketika ditanya dari mana, aku langsung menjawab patokannya di kota X (agar cepat selesai) karena jika disebutkan daerahku akan lama menjelaskannya. Aku pun bukan dari sekolah favorit dan belum memiliki kecerdasan istimewa. Namun bukan itu alasan mengapa aku ditindas. Lalu apa? Semua itu karena logat bicaraku yang amat kental dengan bahasa daerah dan nadanya tinggi serta tampangku yang beda dari remaja perempuan kebanyakan, ga ada cakep-cakepnya. Uniknya, semua bentuk penindasan itu dilakukan oleh laki-laki saja, g...

BERANI

Jejak demi jejak kuciptakan Awal langkah teramat berat Menyaksikan dinamika metropolitan Sambil berpikir dan merenungi Diriku seakan terkungkung di jurang kelalaian Terlalu terbuai dalam lingkungan internal Rasa takut pada dunia luar menyelimuti Ketakutan itu terpendam namun nampak jelas Aku tak tahan lagi Aku lelah hidup dalam kegelisahan Berbuat nekat adalah jalan yang pasti Untuk bertransformasi menjadi pemberani Segera aku masuki lembah tantangan Detak jantung begitu terasa Tak disangka ini amat mengasyikkan Dampaknya baik bagi jiwa dan raga Kini aku bisa sangat yakin berkata "YA" Mengatakannya pada setiap rintangan Diksi-diksi ini menjadi saksi Saksi dalam kemajuan diri Jakarta, 28 Agustus 2019 Rifka A. Harfiyanti

FILOSOFI PERBEDAAN (ANALOGI WARNA)

Variasi warna merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri. Kenapa anugerah? Karena dengan warna, semua terlihat indah apalagi jika berdampingan. Coba tengok pelangi, tersusun dari warna yang berbeda-beda, namun elok untuk dipandang. Tak peduli mau menjadi warna apa. Merah? Bagus! Melambangkan keberanian, kobaran semangat layaknya api. Jingga? Bagus! Layaknya jeruk bervitamin dan wortel yang bagus untuk kesehatan. Kuning? Bagus! Matahari bersinar menunjang kehidupan. Hijau? Bagus! Daun-daun mengeluarkan oksigen untuk keberlangsungan hidup para makhluk. Biru? Bagus! Langit cerah beserta awan-awan indah. Awan-awan dengan warna putih suci. Semua warna bagus, perbedaan selera saja yang membatasi. Warna-warna di sini ingin saya analogikan dengan manusia. Manusia itu cenderung plural dan unik. Karena plural, seringkali manusia itu sendiri memiliki perbedaan masing-masing, baik dari segi fisik, sifat, ataupun pemikiran. Yang kembar identik sekalipun tak terlepas dari ke...

[FIKSI] SARJANA AKUNTANSI MENJADI MUSISI

[Maaf masih belajar hehe] Sang surya hampir tenggelam dengan menghadirkan bekas jingga. Aku berdiri gagah menunggu kereta tiba. Beranjak dari zona nyaman dan siap mengadu nasib di Ibukota. Haru memang harus melepas ria gempita tanah kelahiranku nan asri. Sedih pula pamit bepergian kepada Ibu dan Bapak dengan waktu yang tidak singkat. Namun demi peningkatan kualitas mata pencaharian, aku mesti bergerak ke tempat menjanjikan itu. Ini pertama kalinya aku ke kota. Dari lahir sampai berkuliah selalu di desa. Desaku sudah cukup maju sehingga perguruan tinggi berkualitas pun telah mudah dijumpai. Setelah lulus dari pesantren ingin sekali rasanya melanjutkan kuliah di Jakarta namun saat itu kondisi ekonomi keluarga sedang menurun drastis karena sawah dan kebun Bapak gagal panen. Rumah kami juga kebobolan maling, semua harta ludes. Akhirnya aku memutuskan untuk bekerja satu tahun untuk membantu memulihkan perekonomian kami. Setelah itu aku mendaftar kuliah dan mengambil jurusan Akuntan...

KUPU-KUPU DAN KURA-KURA

Jika kamu adalah mahasiswa atau seseorang yang pernah bergelut di dunia perkuliahan, pasti tak asing lagi dengan istilah kupu-kupu, kura-kura, kuda-kuda, dan ku ku ku lainnya. Dalam tulisan kali ini, aku ingin membahas mengenai kupu-kupu dan kura-kura, kenapa hanya dua? Karena keduanya seringkali dijadikan bahan perbandingan. Kupu-kupu adalah singkatan untuk kuliah-pulang-kuliah-pulang. Mahasiswa yang sehabis kuliah Lang sung menghilang tanpa jejak bisa masuk kategori ini. Sedangkan mahasiswa kura-kura artinya kuliah-rapat-kuliah-rapat. Jika sering melihatnya di kampus, gabung organisasi dan kepanitiaan sampai rapat larut malam (seringkali bisa sampai pagi), bisa dibilang dia kura-kura. Sebenarnya tidak ada yang salah, terserah mau jadi mahasiswa yang seperti apa. Akan tetapi, semua pelabelan itu memunculkan prasangka-prasangka yang kurang baik, terutama bagi si kupu-kupu. Kupu-kupu dikatakan pemalas dan gabutan. Hal tersebut jelas dapat memengaruhi kondisi psikologis si kupu-kupu. Pa...

FIRST

Menertawakan orang dikala ia melucu adalah hal yang lumrah. Menertawakan orang dikala ia bersalah adalah hal yang sangat tidak lucu bahkan menyakitkan. Ini tulisan pertamaku setelah sekian lama hehe. https://www.instagram.com/rifkaharfiyanti/