MANAKAH YANG TERBAIK? BERTAHAN ATAU PERGI?
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Lama tak jumpa dan kini aku ingin kembali bersuara. Tak terasa sudah di penghujung tahun 2019, semoga Allah menerima amal ibadah kita selama ini, Aamiin.
Suka duka hidup kita jalani, semua datang dan pergi silih berganti, entah kapan semua itu berhenti, yang jelas ketika kita sudah berada di alam akhirat nanti. Aku tidak mengerti apa yang saat ini kurasa, aku kedatangan orang baru yang pada awalnya membuat bahagia, namun pada akhirnya perih luka begitu terasa. Ekspektasiku (mungkin) terlalu tinggi, berharap ia menjadi sahabat sejati yang selama ini kucari. Aku mengokohkan pondasi persahabatan, perlahan namun pasti, tidak terburu-buru asal hasilnya bermutu, akan tetapi kehadirannya seakan telah menghancurkan pondasi itu, pondasi yang menjadi cikal bakal bangunan persahabatan itu. Terlintas dalam pikiran "aku harus introspeksi diri" dan sudah kulakukan sembari menahan perihnya irisan yang telah dibuatnya, namun apa daya, aku hanya manusia biasa, aku tidak ingin semua ini berkembang biak menjadi penyakit hati, apakah aku harus pergi? Aku tak ingin membencinya akan tetapi aku juga tidak kuat jika terus bersamanya. Saat ini masih terus bertanya: "bertahan sambil menahan sakit, atau pergi dengan konsekuensi melepaskan semua yang telah didapat?" Jawabannya kembali lagi kepada diri sendiri, katanya.
Komentar
Posting Komentar