TERIMA KASIH DIRIKU

Menghakimi diri bukanlah solusi
Menghentikan langkah kaki tak layak menjadi opsi
Berbenah diri jauh lebih berarti
Sembari membuka terpendamnya potensi

Wahai diri yang lemah
Aku paham kita telah bersusah payah
Mengerahkan segala upaya
Meski semua ini tak menghasilkan upah

Apakah pantas kita mundur?
Apakah kebiasaan kita adalah kufur?
Lantas sekali lagi kutanya, apakah kau ingin terus futur?
Jujur saja, banyak godaan menyuruh untuk kabur

Diriku adalah sahabatku
Ia senantiasa kuat meski kupaksa terjaga
Sahabatku begitu tangguh
Entah apa yang dia harapkan dariku

Wahai jiwa yang lelah...
Apa yang membuatmu bertahan?
Mengapa kau masih sudi bersinergi dengan raga buruk rupa?
Jawabannya adalah kenikmatan jalan dakwah

Dakwah membuatku pantang menyerah
Dakwah menghantarkan pada nikmatnya ukhuwah
Masihkah berpikir picik meninggalkan jalan ini?
Sudahi pikiran itu, Tuhan percaya pundakmu amat kokoh

Ya Allah...
Terima kasih telah menguatkan jasad ini
Aku bertekad lebih memantaskan diri
Demi lika-liku dakwah yang diridhoi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELAMAT TINGGAL

PERIHAL KEBAHAGIAAN