Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

BERANI

Jejak demi jejak kuciptakan Awal langkah teramat berat Menyaksikan dinamika metropolitan Sambil berpikir dan merenungi Diriku seakan terkungkung di jurang kelalaian Terlalu terbuai dalam lingkungan internal Rasa takut pada dunia luar menyelimuti Ketakutan itu terpendam namun nampak jelas Aku tak tahan lagi Aku lelah hidup dalam kegelisahan Berbuat nekat adalah jalan yang pasti Untuk bertransformasi menjadi pemberani Segera aku masuki lembah tantangan Detak jantung begitu terasa Tak disangka ini amat mengasyikkan Dampaknya baik bagi jiwa dan raga Kini aku bisa sangat yakin berkata "YA" Mengatakannya pada setiap rintangan Diksi-diksi ini menjadi saksi Saksi dalam kemajuan diri Jakarta, 28 Agustus 2019 Rifka A. Harfiyanti

FILOSOFI PERBEDAAN (ANALOGI WARNA)

Variasi warna merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri. Kenapa anugerah? Karena dengan warna, semua terlihat indah apalagi jika berdampingan. Coba tengok pelangi, tersusun dari warna yang berbeda-beda, namun elok untuk dipandang. Tak peduli mau menjadi warna apa. Merah? Bagus! Melambangkan keberanian, kobaran semangat layaknya api. Jingga? Bagus! Layaknya jeruk bervitamin dan wortel yang bagus untuk kesehatan. Kuning? Bagus! Matahari bersinar menunjang kehidupan. Hijau? Bagus! Daun-daun mengeluarkan oksigen untuk keberlangsungan hidup para makhluk. Biru? Bagus! Langit cerah beserta awan-awan indah. Awan-awan dengan warna putih suci. Semua warna bagus, perbedaan selera saja yang membatasi. Warna-warna di sini ingin saya analogikan dengan manusia. Manusia itu cenderung plural dan unik. Karena plural, seringkali manusia itu sendiri memiliki perbedaan masing-masing, baik dari segi fisik, sifat, ataupun pemikiran. Yang kembar identik sekalipun tak terlepas dari ke...

[FIKSI] SARJANA AKUNTANSI MENJADI MUSISI

[Maaf masih belajar hehe] Sang surya hampir tenggelam dengan menghadirkan bekas jingga. Aku berdiri gagah menunggu kereta tiba. Beranjak dari zona nyaman dan siap mengadu nasib di Ibukota. Haru memang harus melepas ria gempita tanah kelahiranku nan asri. Sedih pula pamit bepergian kepada Ibu dan Bapak dengan waktu yang tidak singkat. Namun demi peningkatan kualitas mata pencaharian, aku mesti bergerak ke tempat menjanjikan itu. Ini pertama kalinya aku ke kota. Dari lahir sampai berkuliah selalu di desa. Desaku sudah cukup maju sehingga perguruan tinggi berkualitas pun telah mudah dijumpai. Setelah lulus dari pesantren ingin sekali rasanya melanjutkan kuliah di Jakarta namun saat itu kondisi ekonomi keluarga sedang menurun drastis karena sawah dan kebun Bapak gagal panen. Rumah kami juga kebobolan maling, semua harta ludes. Akhirnya aku memutuskan untuk bekerja satu tahun untuk membantu memulihkan perekonomian kami. Setelah itu aku mendaftar kuliah dan mengambil jurusan Akuntan...

KUPU-KUPU DAN KURA-KURA

Jika kamu adalah mahasiswa atau seseorang yang pernah bergelut di dunia perkuliahan, pasti tak asing lagi dengan istilah kupu-kupu, kura-kura, kuda-kuda, dan ku ku ku lainnya. Dalam tulisan kali ini, aku ingin membahas mengenai kupu-kupu dan kura-kura, kenapa hanya dua? Karena keduanya seringkali dijadikan bahan perbandingan. Kupu-kupu adalah singkatan untuk kuliah-pulang-kuliah-pulang. Mahasiswa yang sehabis kuliah Lang sung menghilang tanpa jejak bisa masuk kategori ini. Sedangkan mahasiswa kura-kura artinya kuliah-rapat-kuliah-rapat. Jika sering melihatnya di kampus, gabung organisasi dan kepanitiaan sampai rapat larut malam (seringkali bisa sampai pagi), bisa dibilang dia kura-kura. Sebenarnya tidak ada yang salah, terserah mau jadi mahasiswa yang seperti apa. Akan tetapi, semua pelabelan itu memunculkan prasangka-prasangka yang kurang baik, terutama bagi si kupu-kupu. Kupu-kupu dikatakan pemalas dan gabutan. Hal tersebut jelas dapat memengaruhi kondisi psikologis si kupu-kupu. Pa...