KUPU-KUPU DAN KURA-KURA

Jika kamu adalah mahasiswa atau seseorang yang pernah bergelut di dunia perkuliahan, pasti tak asing lagi dengan istilah kupu-kupu, kura-kura, kuda-kuda, dan ku ku ku lainnya. Dalam tulisan kali ini, aku ingin membahas mengenai kupu-kupu dan kura-kura, kenapa hanya dua? Karena keduanya seringkali dijadikan bahan perbandingan. Kupu-kupu adalah singkatan untuk kuliah-pulang-kuliah-pulang. Mahasiswa yang sehabis kuliah Lang sung menghilang tanpa jejak bisa masuk kategori ini. Sedangkan mahasiswa kura-kura artinya kuliah-rapat-kuliah-rapat. Jika sering melihatnya di kampus, gabung organisasi dan kepanitiaan sampai rapat larut malam (seringkali bisa sampai pagi), bisa dibilang dia kura-kura. Sebenarnya tidak ada yang salah, terserah mau jadi mahasiswa yang seperti apa. Akan tetapi, semua pelabelan itu memunculkan prasangka-prasangka yang kurang baik, terutama bagi si kupu-kupu. Kupu-kupu dikatakan pemalas dan gabutan. Hal tersebut jelas dapat memengaruhi kondisi psikologis si kupu-kupu. Padahal kalau mau menilik lebih jauh, kupu-kupu ga seperti yang dinilai selama ini. Mereka langsung pulang karena ada kegiatan lain di luar, seperti kerja part-time, berbisnis, mengajar dan lain-lain. Banyak loh kupu-kupu yang mengeksplor dirinya di lingkungan eksternal kampus. Saya punya dua teman kupu-kupu (sebut saja Mawar dan Melati). Mawar memiliki bisnis makanan ringan dan seringkali kerja part-time. Sedangkan Melati menciptakan karya-karya mengesankan bahkan sampai menjadi novel. Mawar berjiwa bisnis dan pekerja keras, Melati berjiwa sastrawan. Sungguh hebat potensi dari keduanya. Jangan lagi punya pemikiran buruk ya sama kupu-kupu. Kita semua berkembang dengan cara berbeda-beda.

Lantas apakah kura-kura tak mendapat label negatif? Sebenarnya sama saja, kura-kura pun tak terlepas dari cap buruk. Acapkali mereka dapat julukan "budak proker". Balik lagi ke poin awal, manusia itu plural, tak bisa menilai orang seenaknya. Kura-kura ini memang lebih senang mengeksplor diri lewat organisasi, kepanitiaan dan banyak kegiatan di kampus, contohnya seperti saya sendiri. Saya senang berbaur dengan banyak orang. Berorganisasi sudah menjadi semacam hobi. Menjalani proker pun dengan perasaan bahagia tanpa tekanan apapun. Manusia itu unik, punya jalan yang berbeda untuk mencapai kesuksesan. Asal ada kemauan untuk maju, tak peduli kupu-kupu atau kura-kura, kita semua tetap luar biasa. Semangat!

Manusia punya caranya masing-masing dalam berkontribusi.
Ada yang diam-diam berkarya, ada yang berkoar-koar penuh substansi gebrakan.
Tanpa kata namun menggores pena.
Banyak kata namun tidak asal bunyi serta solutif. (Dari saya, 26 Agustus 2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH DIRIKU

SELAMAT TINGGAL

PERIHAL KEBAHAGIAAN