FILOSOFI PERBEDAAN (ANALOGI WARNA)

Variasi warna merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri. Kenapa anugerah? Karena dengan warna, semua terlihat indah apalagi jika berdampingan. Coba tengok pelangi, tersusun dari warna yang berbeda-beda, namun elok untuk dipandang. Tak peduli mau menjadi warna apa.

Merah? Bagus! Melambangkan keberanian, kobaran semangat layaknya api.
Jingga? Bagus! Layaknya jeruk bervitamin dan wortel yang bagus untuk kesehatan.
Kuning? Bagus! Matahari bersinar menunjang kehidupan.
Hijau? Bagus! Daun-daun mengeluarkan oksigen untuk keberlangsungan hidup para makhluk.
Biru? Bagus! Langit cerah beserta awan-awan indah. Awan-awan dengan warna putih suci.

Semua warna bagus, perbedaan selera saja yang membatasi.

Warna-warna di sini ingin saya analogikan dengan manusia. Manusia itu cenderung plural dan unik. Karena plural, seringkali manusia itu sendiri memiliki perbedaan masing-masing, baik dari segi fisik, sifat, ataupun pemikiran. Yang kembar identik sekalipun tak terlepas dari ketidaksamaan, pasti ada saja sisi yang berbeda. Perbedaan ini merupakan anugerah dari Allah SWT. Dengan perbedaan, kita bisa sama-sama belajar memahami sisi kekurangan, termotivasi dengan kelebihan masing-masing, bahkan dapat bertukar pandangan yang nantinya menciptakan inovasi untuk kemajuan dunia. Sebenarnya masih banyak lagi yang dapat kita syukuri dengan hadirnya perbedaan, mungkin Anda bisa menambahkan di bawah ini hehe. Akan tetapi, bak dua bagian koin yang depan belakangnya tak sama, selain efek positif, ada juga imbas negatifnya. Acap kali manusia terancam dengan perbedaan. Ancaman itu dapat dirasakan baik perorangan maupun kelompok. Dari ancaman tersebut dapat membuahkan konflik. Pertentangan tak hanya terjadi di lingkungan eksternal, bahkan bisa menyasar pada wilayah internal. Memang pada dasarnya manusia tak terlepas dari konflik, dengan diri sendiri pun bisa konflik (dalam hal ini konflik batin). Konflik pun bisa mendewasakan serta dapat dijadikan bahan introspeksi diri. Tak selamanya konflik itu buruk. Ada saatnya perlu menyuarakan apa yang harus disuarakan dengan tegas demi kebaikan bersama, walaupun harus bergesekkan dengan yang lainnya. Yang perlu diberantas ialah selisih paham pemantik perpecahan.  Maka dari itu, kita semua mesti menyikapi perbedaan ini dengan pikiran jernih, hati bersih dan tidak berlandaskan pada kebencian semata. Jika berada di dalam sistem, buatlah kebijakan-kebijakan berbasis keadilan, bukan berdasar kepentingan sendiri. Jangan menyekat ruang berdemokrasi orang lain, selama tidak menyimpang. Kalaupun melenceng, luruskan bersama tanpa sentimen buruk. Jika berada di luar sistem, jadilah orang-orang kritis yang mampu menyanggah yang memang kurang tepat sembari menawarkan solusi. Jangan hanya asal kritik lalu mengumbar ketidaksukaan dan menyasar ranah personal.


Jadilah seperti pelangi yang bersatu padu dengan warna berbeda-beda. Sedap dipandang mata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH DIRIKU

SELAMAT TINGGAL

PERIHAL KEBAHAGIAAN