SELAMAT TINGGAL
Hari itu aku datang dengan penuh harap Postur gagah mengalahkan pengawal kerajaan Pikiran cemerlang bak baju baru tersegel Rasa optimis mengalahkan ketakutan berlebih Aku berharap dapat berkontribusi selalu Dengan terlibat aktif dalam momen berharga Sayangnya realita mengikis habis angan-angan Aku terjebak dunia semu penuh sandiwara Aku terpinggirkan oleh penjajah psikologis Akankah aku mundur tanpa permisi? Tidak, aku bukan penakut Aku bukan buronan Aku hanya ingin sistem itu berubah Aku tak ingin terus terkungkung di tengah wilayah nepotis Terbebas tanpa batas, keluar dari kenyamanan Silahkan perdaya diriku sesuka hati Kau tak lebih dari kawan berbasis kepentingan Selamat tinggal wahai kawan Aku tak pergi, hanya ingin menempuh jalan baru Sekali lagi selamat tinggal Kini aku tersadar bahwa jalan kita berbeda