DARIKU YANG TAK TURUN AKSI

Keringat, darah, rasa lelah luar biasa kau lewati dengan kobaran semangat membara. Apresiasiku tak lebih dari ucapan terima kasih, dukunganku tak berupa materi melainkan do'a yang terpanjatkan kepada sang Ilahi, memohon pemberian kekuatan serta perlindungan untuk kalian. Tulisan ini saya rasa tak akan pernah cukup untuk mempersembahkan kehormatanku, akan tetapi baru ini yang bisa kulakukan.


"Pejuang tak akan pernah mati meski jasadnya sudah tertimbun tanah. Tanda-tanda perjuangan memang abstrak, namun dampaknya konkret dan luar biasa komprehensif". Kutipan ini langsung terlintas dalam pikiran ketika membayangkan kalian, kawan-kawan mahasiswa. Maafkan aku tak berpartisipasi, bukannya tak mau, orang tua khawatir dan aku takut penciptaku tak meridhoi. Aku tak akan memaparkan alasan tidak ikutnya aku secara lengkap karena sesungguhnya bukan itu yang ingin kubahas.


Belakang ini negara kita sedang mengalami berbagai polemik dan musibah. Lagi-lagi aku tak menyebutnya secara gamblang. Sesungguhnya kawan-kawan mahasiswa sudah paham akan hal itu. Masyarakat pun cerdas dalam memahami kondisi Ibu pertiwi. Seringkali kudengar celotehan "mahasiswa sekarang kok ga demo? Ke mana mereka?". Jawabannya sudah kita saksikan di depan mata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban melainkan rasa kepekaan yang tinggi, menjunjung tinggi hak-hak rakyat bukan omong kosong belaka. Terima kasih kawan-kawan mahasiswa, terima kasih telah menyalurkan keresahan, kegundahan dan kegelisahan kami selama ini. Bangunkan mereka, kita kawal demokrasi sebaik-baiknya. Kecerdasan itu penting, akan tetapi di atas semua itu perlu dilandaskan pada kepedulian dan hati nurani.

...

Terima kasih kawan-kawan mahasiswa, berkat aksi kalian, saat ini saya masih bisa menulis bebas dengan gaya bahasa saya yang cukup keras. Seandainya apa yang kalian dan kita semua perdebatkan itu "di-sah-kan", hari ini, besok dan seterusnya, mungkin torehan saya tak lagi berseliweran di akun sosmed kalian bahkan di blog ini. Tak lupa juga kepada ucapan terima kasih untuk para rakyat yang mendukung penuh kawan-kawan baik dalam bentuk fisik maupun harapan dan do'a penyemangat, di saat masih ada saja segelintir orang yang bersikeras melukai dan menurunkan spirit kawan-kawan, entah berasal dari mana dan apa maksud serta tujuannya, padahal yang kawan-kawan perjuangkan untuk mereka juga. Satu lagi, terima kasih teruntuk para pengajar yang memberi dispensasi bahkan apresiasi bagi kawan-kawan yang aksi. 

...

Begitu indahnya negeriku
Dinamika bergejolak begitu dahsyat
Memanggil mereka sang agen perubahan
Kalimat sarat substansi terlontar keras membangunkan kita semua

Tumpah ruah memenuhi jalan
Jiwa-jiwa pemberani bangkit sejadi-jadinya
Sejarah kembali terukir
Membekas kuat di relung hati paling dasar

Hai mahasiswa!
Aku ucapkan selamat, bukan atas kemenangan
Selamat atas keberanian kalian
Berani berkata salah pada yang melenceng
Biarlah diksi-diksi ini menjadi saksi
Saksi atas ketangguhan serta keyakinan besar dalam menerjang



(Jakarta, 26 September 2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH DIRIKU

SELAMAT TINGGAL

PERIHAL KEBAHAGIAAN