SEMUA BERAWAL DARI MASJID (2)

Desember 2019
Banyak cerita telah terukir selepas masuk LDK. Pahit, manis, dan getirnya sudah pula aku rasakan semua. Kisah-kisah itu didominasi oleh keceriaan, canda tawa, dan variasi senyuman dalam balutan persaudaraan.

Pelantikan itu berlangsung pada April 2019 yang berarti sudah delapan bulan aku menjadi bagian dari LDK. Agendaku semakin padat dari hari ke hari. Titik puncak kesibukanku adalah saat bulan Desember. Pendek kata, aku dan kawanku itu ditetapkan sebagai bakal calon Ketua Keputrian LDKS FISIP masa periode 2020-2021, bersama dengan empat kawan lainnya. Sedangkan bakal calon Ketua Umum terdiri atas lima mahasiswa laki-laki yang juga teman satu angkatanku.

Sungguh amat berat bagiku menerima kepercayaan itu. Aku tidak bermimpi untuk menjadi ketua, bahkan terbesit niat setitik pun tidak. Kawan-kawanku merasakan hal yang serupa. Semua merasa tidak layak, terlebih diriku. Bagiku, siapa saja pantas untuk menakhodai LDKS FISIP, namun tidak dengan diriku. Walaupun terasa berat, aku tetap menjalankan tugas yang diberikan sampai pada tahap akhir, yakni penentuan ketua terpilih melalui musyawarah akhir. Detail cerita tidak dapat aku ukir di sini, sebab terlampau panjang.

Ternyata, kawanku itu yang terpilih sebagai Ketua Keputrian, sedangkan Ketua Umumnya adalah kawan satu jurusanku. Rasa lega campur sedih berkecamuk dalam diri. Kelegaan itu didasari oleh tidak terpilihnya diriku. Aku begitu takut sebab meng-handle diri sendiri saja belum mampu. Kesedihan juga terasa kuat karena melihat kawanku hanyut dalam tangisan. Aku paham akan beban berat yang mesti ditanggung. Semenjak itu, aku menaruh prinsip pada diriku sendiri: "jangan sesekali tinggalin dia, lu mesti terus saling merangkul sama dia."


Januari 2020
Sudah satu tahun lebih aku menjadi mahasiswa. Perputaran dinamika kampus telah kurasa, dari yang paling menyakitkan hingga menggembirakan. Aku semakin mampu menganalisis keadaan kampus. Sebelum masuk LDK, bisa dibilang aku semacam orang tak berdaya yang kelimpungan tak tentu arah. Setelah masuk LDK, aku kembali bertemu dengan diriku yang dulu, pemberani serta aktif dalam setiap kesempatan.

Launching kepengurusan harus disegerakan. Aku lupa detailnya tanggal berapa, yang jelas awal-awal tahun 2020 agenda itu terlaksana. Aku yang tergolong new bie ternyata diamanahkan untuk mengoordinir salah satu divisi. Amanah yang tidak ringan, apalagi jika mengingat masa lalu yang cukup kelam. Akan tetapi, semangat dan optimisme terus mengakar dalam diri karena dibersamai oleh ketua keputrian tercinta, orang yang sempat hinggap di kepalaku dan membawa jutaan misteri. Ditambah lagi kawan-kawan lain juga turut mendampingi dan dukungan mengalir deras kepadaku.


Maret 2020
Pandemi Covid-19 telah merambah hingga bumi pertiwi. Sejak diumumkannya kasus pertama, tatanan kehidupan mendadak berubah drastis, tak terkecuali dalam sektor pendidikan. Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) pada akhirnya menjadi opsi terbaik sembari menunggu pulihnya kondisi. Lantas urusan organisasi bagaimana jadinya? Aku cukup risau, mengingat ini pertama kalinya mengemban amanah besar dan bertepatan dengan mewabahnya virus.

Kawanku ini tidak segan untuk membantu meski dalam situasi seperti ini. Komunikasi intens gencar dilakukan, aku masih senantiasa meminta saran darinya perihal ini-itu. Tangannya selalu terbuka untuk merangkul, telinganya selalu siap mendengar keluhanku, kakinya senantiasa melangkah pada koridor kebaikan, lisannya juga begitu bijak dalam memberi diksi-diksi penenang manakala anak-anaknya ini (para koor) tengah dilanda problematika. Ia pun sangat seru untuk diajak bergurau.

Allah Swt. memberiku anugerah persahabatan lagi. Sungguh, manusia yang masih jauh dari kata baik ini selalu dipertemukan dengan orang-orang baik. Alhamdulillah.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH DIRIKU

SELAMAT TINGGAL

PERIHAL KEBAHAGIAAN